Indonesia Raih Penghargaan ISSA, Maluku Capai Cakupan 99,64%

Jakarta, SentralNusantara.com – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, memberikan penghargaan kepada kepala daerah dari 33 provinsi dan 460 kabupaten/kota di Indonesia yang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam acara UHC Awards di Jakarta pada Kamis (8/8/2024). Penghargaan ini mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mendaftarkan penduduk pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam acara tersebut, Ma’ruf Amin menyatakan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dedikasi mereka dalam mendukung Program JKN, yang menandakan komitmen negara dalam memberikan jaminan kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Indonesia juga mendapatkan pengakuan internasional dari International Social Security Association (ISSA), yang diserahkan oleh Presiden ISSA, Mohammed Azman. Penghargaan ini memperkuat posisi Indonesia di tingkat global dalam perlindungan jaminan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan rasa terima kasih kepada kepala daerah atas keberhasilan Program JKN. Ia mengungkapkan bahwa per 1 Agustus 2024, jumlah kepesertaan JKN mencapai 276.520.647 jiwa, atau 98,15% dari total penduduk Indonesia.

Provinsi Maluku dan seluruh kabupaten/kotanya telah mencapai UHC, dengan cakupan JKN sebesar 99,64%. Di Provinsi Maluku, 1.905.023 jiwa dari total 1.911.943 jiwa telah terlindungi oleh Program JKN. Berikut capaian UHC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku:

  • Kota Ambon: 98,05%
  • Kabupaten Buru: 100%
  • Buru Selatan: 100%
  • Kepulauan Aru: 99,52%
  • Kepulauan Tanimbar: 100%
  • Kota Tual: 98,64%
  • Kabupaten Maluku Barat Daya: 98,82%
  • Maluku Tengah: 96,15%
  • Maluku Tenggara: 99,32%
  • Seram Bagian Barat: 98,39%
  • Kabupaten Seram Bagian Timur: 100%

Untuk mendukung pencapaian ini, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.205 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.129 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Di Maluku, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ambon berkolaborasi dengan 284 FKTP dan 28 FKRTL.

Ghufron juga mengungkapkan berbagai inovasi BPJS Kesehatan, seperti Aplikasi Mobile JKN, yang mempermudah peserta dalam mengakses layanan administrasi dan fasilitas kesehatan. Fitur seperti Antrean Online dan i-Care JKN membantu meningkatkan kualitas layanan dan akses kesehatan.

Pada 2014, BPJS Kesehatan menerima iuran sebesar Rp40,7 triliun, yang meningkat menjadi Rp151,7 triliun pada 2023, dengan kolektibilitas iuran mencapai 98,62%. BPJS Kesehatan juga mencatatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan selama 10 kali berturut-turut.

Ghufron mengajak seluruh kepala daerah untuk mendaftarkan seluruh warganya sebagai peserta JKN dan mempertahankan pencapaian UHC, guna memastikan semua penduduk terlindungi oleh Program JKN.

Pos terkait