Musisi Reggae Ambon Rio Efruan Di Amerika Dukung Musisi Bongkar Dugaan Anggaran Fiktif

AMBON, SentralNusantara.com – Musisi reggae asal Ambon yang kini bermukim di Amerika Serikat, Rio Efruan, mengaku kaget setelah mengetahui adanya dugaan permainan tidak elok terkait anggaran kegiatan musisi di Pemerintah Kota Ambon.

Rio yang kini berdomisili di Amerika Serikat mengaku prihatin dengan fakta tersebut. Ia menyatakan dukungannya kepada para musisi Ambon yang sedang memperjuangkan kejelasan dan kebenaran terkait persoalan itu.

“Beta sangat mendukung teman-teman musisi untuk mendapatkan keadilan dalam memunculkan kebenaran, karena kesejahteraan musisi akan terjamin jika pemerintah jujur dalam segala aspek,” ungkap Rio via telpon, Minggu (15/3/2025).

Rio juga mengaku bangga menjadi musisi asal Ambon dan bangga dengan identitas kota tersebut sebagai Ambon City of Music. Karena itu, ia berharap semua pihak yang terlibat dapat bekerja secara profesional dan transparan.

“Sebab itu tolong jangan ada kebohongan dan permainan atas nama para musisi untuk kepentingan pribadi yang merugikan teman-teman musisi. Maju terus Ambon kota musikku, Tuhan memberkati,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku telah memeriksa sejumlah musisi Ambon untuk mengonfirmasi kebenaran dokumen keuangan di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.

Beberapa musisi yang dimintai klarifikasi antara lain Fresly Nikijuluw, JP Band, Yonas Silooy, Galaks Group, Tommy Huwae, serta perwakilan PS Lansia WGS dan sejumlah seniman lainnya.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan, diketahui terdapat kwitansi pembayaran kegiatan dengan nominal ratusan juta rupiah yang disertai tanda tangan Sekretaris Kota dan Bendahara Rutin. Namun para musisi menyatakan tidak pernah menerima uang sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut.

Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun, tanda tangan sejumlah musisi dalam dokumen tersebut diduga bukan milik mereka. Nominal uang yang tercantum dalam kwitansi juga disebut tidak pernah diterima oleh para musisi.

Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dan kwitansi pembayaran tersebut menjadi sorotan di media sosial. Banyak netizen mengecam dugaan praktik pemalsuan dokumen yang mengatasnamakan para musisi Ambon.

Salah satu tanggapan datang dari personel band KAK5, Figgy Papilaya. Melalui akun Facebook pribadinya, Figgy menuliskan kritik keras dengan judul unggahan “MEMANG DARI DULU SUDAH TERZOLIMI.”

“Bayangkan saja dana sekian ratus juta adalah kegiatan fiktif atas nama musik. Andai saja dana sebegitu banyak dipakai untuk fasilitasi panggung, workshop, bangunan, album dan lain-lain, sudah bisa lebih dari cukup untuk menambah warna dan harapan teman-teman musisi di Kota Musik,” tulis Figgy.

Ia juga menilai bahwa meski pemerintah mulai serius menjadikan musik sebagai identitas kota, tindakan oknum tertentu justru berpotensi membuat para musisi kembali bersikap skeptis.

“Sudah saatnya harus segera ditindak dan dibongkar. Kota Musik jangan hanya jadi slogan kota saja. Pake kepeng atas nama musisi. Salut,” tulisnya.

Pos terkait