TUAL, SentralNusantara.com – Wakil Wali (wawali) Kota Tual, Amir Rumra, menyoroti sejumlah isu krusial menjelang arus mudik Idul Fitri, mulai dari pengawasan minuman keras, keselamatan transportasi laut, hingga pengamanan malam takbiran.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral persiapan Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang berlangsung di Aula Jana Nugraha Polres Tual, Kamis (5/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi vertikal lainnya guna memperkuat koordinasi pengamanan selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
Dalam kesempatan itu, Amir menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga agar keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dapat terjamin.
Menurutnya, perayaan Idul Fitri selalu diikuti peningkatan mobilitas masyarakat, baik melalui jalur darat maupun laut, sehingga menuntut kesiapan semua pihak dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.
“Lebaran menjadi momentum besar bagi masyarakat untuk pulang kampung dan bersilaturahmi. Karena itu koordinasi semua pihak harus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal,” ujarnya.
Amir juga meminta aparat kepolisian memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras dan narkoba selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Ia menilai konsumsi miras sering menjadi pemicu konflik sosial dan gangguan ketertiban masyarakat, terutama ketika aktivitas warga meningkat pada masa mudik.
Selain itu, Amir memberi perhatian khusus pada aspek keselamatan transportasi laut. Mengingat Kota Tual merupakan wilayah kepulauan, mobilitas masyarakat menuju daerah seperti Tayando Tam dan Kepulauan Kur diperkirakan meningkat signifikan menjelang Lebaran.
Ia meminta Dinas Perhubungan bersama operator kapal dan pengelola pelabuhan memastikan kelayakan armada serta membatasi jumlah penumpang sesuai kapasitas guna mencegah kecelakaan laut.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pengawasan terhadap kapasitas kapal dan kondisi cuaca harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Amir juga menyinggung potensi gangguan ketertiban pada malam takbiran, terutama terkait penggunaan petasan dan kembang api yang berlebihan.
Di sisi lain, ia mendorong peningkatan pelayanan di kawasan pelabuhan, termasuk penyediaan fasilitas dasar bagi para pemudik yang melakukan perjalanan saat masih menjalankan ibadah puasa.
Pemerintah Kota Tual berharap koordinasi lintas sektor melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026 dapat memperkuat kesiapan pengamanan Lebaran sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib.







