Wali Kota Tual Buka MTQ ke-IX Tingkat Kota di Tayando Yamtel

Tual, SentralNusantara.com – Wali Kota Tual Hi. A. Yani Renuat didampingi Wakil Wali Kota Hi. Amir Rumra secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kota Tual yang digelar di Desa Tayando Yamtel, Kecamatan Tayando Tam, Selasa (7/10/2025). Kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda rutin ini kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus membumikan nilai-nilai Alquran di tengah kehidupan masyarakat.

Pembukaan MTQ berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Kota Tual, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kafilah dari seluruh kecamatan, serta masyarakat Desa Tayando Yamtel yang menyambut antusias pelaksanaan kegiatan tersebut. MTQ ke-IX ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan karakter religius masyarakat Kota Tual.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tual Hi. A. Yani Renuat menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat tidak hanya berkembang dari sisi penyelenggaraan dan kualitas lomba, tetapi juga memiliki peran penting dalam mewarnai wajah umat Islam dan kehidupan berbangsa di Indonesia, khususnya di Kota Tual.

“Terkait dengan pelaksanaan MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat, selain berkembang dari segi syiar dan kualitas penyelenggaraannya, kegiatan ini juga mampu mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia. Khususnya MTQ tingkat Kota Tual ini harus mampu membumikan Alquran sehingga lebih dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat kita,” ujar Renuat.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama MTQ bukan semata-mata mencari juara dalam lomba membaca Alquran, tetapi lebih dari itu sebagai sarana syiar dan dakwah untuk menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup yang nyata dalam perilaku keseharian umat Islam.

Menurutnya, membumikan Alquran berarti menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai nafas hidup yang hakiki, yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan sosial di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut antara lain keadilan, kepedulian sosial, kejujuran, serta pembelaan terhadap kaum lemah dan fakir miskin.

“Olehnya itu, ketika kita mengagungkan Alquran, sesungguhnya kita sedang mengagungkan nilai-nilai kemanusiaan dan kesholehan sosial. Alquran mengajarkan kita untuk membela yang lemah dan membutuhkan, bukan nilai-nilai keserakahan seperti hanya mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,” tegas Wali Kota.

Renuat yang juga dikenal sebagai konseptor pembangunan Kota Tual mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk memandang MTQ sebagai momentum refleksi dan penguatan spiritual. Ia mengingatkan agar MTQ tidak dipersepsikan sekadar sebagai acara seremonial atau rutinitas tahunan, apalagi hanya lomba menang dan kalah dalam seni membaca Alquran.

“MTQ harus kita jadikan sebagai suntikan energi spiritual bagi umat Islam, khususnya masyarakat Kota Tual, untuk benar-benar membumikan Alquran dalam dunia nyata dan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tual dalam melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap para peserta MTQ yang meraih prestasi. Pembinaan tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Maluku yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

“Bagi peserta cabang-cabang yang meraih predikat juara dan prestasi dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kota Tual ini, kita akan tetap melakukan pembinaan secara berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Maluku,” pungkasnya.

Pelaksanaan MTQ ke-IX Tingkat Kota Tual diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai religius, mempererat persaudaraan antarumat, serta mendorong lahirnya generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi pembangunan Kota Tual.

Pos terkait