BPBD Kota Ambon Jelaskan Penyebab Keretakan Tanah di Batu Gajah

Ambon, SentralNusantara.com – Keretakan tanah yang terjadi di RT 003/03, Batu Gajah, Kota Ambon, memicu kekhawatiran warga setempat. Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, memastikan keretakan tersebut bukan disebabkan oleh gempa bumi.

Menurut hasil identifikasi bersama BPBD dan BMKG, kondisi itu terjadi karena wilayah Batu Gajah merupakan daerah dengan banyak pori-pori tanah yang berisi air. Selain itu, kawasan tersebut juga berfungsi sebagai daerah penyangga sumber air bagi masyarakat.

“Berdasarkan penilaian BMKG, pembangunan perumahan di daerah itu menambah beban pada tanah yang labil, sehingga tanah dapat bergerak dan mengalami keretakan,” jelas Tatipikalawan kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (9/9/2025).

Ia menyebutkan, dari delapan rumah yang tersisa di RT 003, hampir semuanya telah mengalami retakan pada dinding maupun pekarangan. BPBD sendiri telah memantau kondisi tersebut selama beberapa bulan terakhir dan mendapati keretakan tidak semakin melebar, meski tetap ada.

Melihat kondisi itu, BMKG merekomendasikan agar Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah antisipasi, termasuk mempertimbangkan relokasi sementara warga untuk menghindari risiko bencana.

“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Wali Kota dan Sekretaris Kota untuk menentukan langkah selanjutnya. Kami imbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan, tetap menjaga lingkungan, dan menunggu arahan pemerintah kota,” tegasnya.

Peristiwa pergeseran tanah di Batu Gajah ini mengakibatkan delapan rumah warga terdampak dengan total 33 kepala keluarga.

Pos terkait