Pelatihan Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan IKM di Maluku Tenggara Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Langgur, SentralNusantara.com – Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024 menegaskan pentingnya dukungan dari kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk mempermudah dan mendorong pertumbuhan wirausaha hingga tahun 2024.

Penjabat Bupati Maluku Tenggara (Malra) Jasmono, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pj Sekretaris Daerah Nicodemus Ubro, membuka kegiatan pelatihan manajemen bisnis dan kewirausahaan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) sentra batik dan anyaman di Langgur, Senin (15/7/2024).

Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan untuk kemajuan IKM serta mendorong munculnya Wira Usaha Baru (WUB) oleh generasi muda. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, pelaku usaha diharapkan dapat mengembangkan skala usaha mereka, yang berdampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, pendapatan rumah tangga, penanggulangan kemiskinan, penurunan inflasi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), dan pendapatan daerah.

Jasmono menjelaskan bahwa IKM sentra batik dan anyaman di Malra memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Era globalisasi dan digitalisasi telah mengubah lingkungan dunia usaha menjadi lebih dinamis dan kompetitif. Perubahan teknologi yang cepat dalam industri 4.0 memaksa pelaku usaha untuk meninggalkan pendekatan konvensional dan beradaptasi dengan inovasi produk, proses, strategi pemasaran, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Pengembangan dan peningkatan kualitas SDM dalam manajemen bisnis dan kewirausahaan sangat penting. Tanpa penyiapan SDM yang berkualitas, pelaku usaha IKM, khususnya batik dan anyaman, akan kesulitan bersaing dan berpotensi mengalami kemunduran,” tegas Jasmono.

Jasmono juga meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan setempat untuk melanjutkan pembinaan dan pengembangan pelaku usaha IKM dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Balai Pelayanan Industri Kementerian Jasa dan Standardisasi Perindustrian Wilayah Maluku dan Papua.

“Dengan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan akan muncul pelaku usaha IKM yang kuat serta wirausaha-wirausaha baru di Malra. Pelatihan ini bertujuan untuk melahirkan wirausahawan yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan bersaing di pasar regional maupun nasional,” ungkap Ubro, meniru sambutan Jasmono.

Pos terkait