Ambon, SentralNusantara.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon akan menempatkan tempat sampah di seluruh rumah ibadah yang terdapat di wilayah kota. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, mengatakan bahwa program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ia menyebut rumah ibadah sebagai salah satu pusat pembinaan masyarakat yang dapat menjadi contoh penerapan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan.
“Tempat sampahnya sudah ada, tinggal dibagikan. Jumlahnya ratusan dan setiap rumah ibadah akan diberikan satu bak sampah,” ujar Apries di Ambon, Rabu (05/11/2025).
Apries menjelaskan bahwa penempatan tempat sampah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan jemaat dan jamaah untuk menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan keagamaan. Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait kebersihan.
Selain program penyediaan tempat sampah, DLHP Kota Ambon juga terus menjalankan program “beli sampah dari masyarakat” sebagai bagian dari strategi ekonomi sirkular yang tengah digencarkan pemerintah kota.
“Program beli sampah tetap berjalan. Sekarang pembeliannya tidak hanya dilakukan setiap bulan, tetapi kapan saja ada kesempatan. Minimal ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa dari botol bekas bisa menghasilkan uang,” jelasnya.
Ia berharap inisiatif tersebut semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi ketika dikelola dengan benar. Apries juga menekankan pentingnya membangun budaya baru di masyarakat terkait pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Satu saat nanti, ketika orang minum air kemasan, botolnya tidak lagi dibuang sembarangan, tapi justru dicari karena bisa dijual. Inilah budaya bersih dan peduli lingkungan yang ingin kami bangun di Kota Ambon,” tutupnya.







