Pemkot Tual–Kemenpora RI Sosialisasikan Rancangan Perwali Desain Olahraga Daerah

Tual, SentralNusantara.com — Pemerintah Kota Tual bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar Sosialisasi Rancangan Peraturan Wali Kota Tual tentang Penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD), Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan olahraga di daerah agar lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., yang berhalangan hadir, diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kota Tual, Ridwan H. Renwarin, S.E., M.Si., yang secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Kota Tual. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pejabat Kemenpora RI, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Tual, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Tual.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Ridwan Renwarin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenpora RI atas dukungan serta asistensi yang diberikan dalam proses penyusunan Desain Olahraga Daerah di Kota Tual. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menunjukkan perhatian serius terhadap pembangunan olahraga di daerah, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kota Tual.

Renwarin menegaskan bahwa DOD merupakan instrumen penting yang akan menjadi pedoman utama dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan olahraga daerah. Dengan adanya DOD, arah pembangunan olahraga diharapkan tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan olahraga bukan hanya soal mengejar prestasi dan medali, tetapi juga menyangkut peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pembinaan generasi muda, serta penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis olahraga,” ujar Renwarin di hadapan peserta sosialisasi.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tual telah menetapkan empat fokus utama dalam implementasi Desain Olahraga Daerah. Fokus pertama adalah pendataan dan pemetaan potensi atlet serta cabang olahraga unggulan yang dilakukan berbasis riset dan kebutuhan daerah. Dengan data yang akurat, pembinaan atlet diharapkan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Fokus kedua adalah pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkesinambungan, dimulai dari lingkungan sekolah, klub olahraga, hingga pembinaan di tingkat regional dan nasional. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadikan sekolah sebagai basis awal pembinaan atlet muda yang potensial.

Selanjutnya, fokus ketiga adalah peningkatan sarana dan prasarana olahraga agar lebih merata dan mudah diakses oleh masyarakat. Renwarin menekankan bahwa ketersediaan fasilitas olahraga yang layak menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi masyarakat sekaligus peningkatan prestasi atlet daerah.

Fokus keempat adalah penguatan sinergi lintas sektor, baik antara pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dunia pendidikan, komunitas olahraga, hingga pihak swasta. Kolaborasi tersebut dinilai sangat penting untuk menciptakan ekosistem olahraga yang kuat dan berdaya saing.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan sosialisasi Desain Olahraga Daerah secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi langkah kita dalam memajukan olahraga di daerah,” ucap Renwarin saat membuka kegiatan secara resmi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tual, Andreas Rafra, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari audiensi Wali Kota Tual bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, yang berlangsung di Graha Kemenpora, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, dibahas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan fasilitas dan pembinaan olahraga di daerah.

Andreas berharap, melalui sosialisasi dan penyusunan Desain Olahraga Daerah ini, Kota Tual dapat memiliki kebijakan olahraga yang terarah, berkelanjutan, dan mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga berkontribusi di tingkat nasional hingga internasional.

Pos terkait