Langgur, SentralNusantara.com – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Nico Ubro, menyampaikan tujuh program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malra di hadapan jemaat Warbal, Minggu (3/3/2024). Ubro hadir di Warbal mewakili Pj Bupati Malra, Jasmono, pada pembukaan persidangan ke-71 Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual, yang diikuti perwakilan 16 jemaat GPM dalam wilayah Pemkab Malra dan Kota Tual.
Dalam sambutannya, Ubro menyatakan bahwa pelayanan umat dalam lingkup keagamaan adalah salah satu faktor penting dalam menumbuhkan modal sosial di masyarakat. “Pelayanan keagamaan juga menjadi sarana meningkatkan kualitas hidup, yang tercermin dari kualitas karakter dan mental spiritual,” ujarnya.
Menurutnya, Sidang Klasis menjadi ruang konsolidasi, partisipasi, dan diskusi yang sangat efektif. Melalui Sidang Klasis, akan terbangun soliditas dan sinergi yang mengarahkan pelayanan Klasis sejalan dengan kondisi, karakteristik, serta kebutuhan warga Klasis dan dinamika pembangunan daerah. “Pelayanan Klasis GPM hidup, tumbuh, dan berkembang di dalam lingkungan warga masyarakat yang majemuk,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malra.
Ubro menekankan bahwa pelayanan Klasis GPM, bersama pelayanan keagamaan lainnya, dituntut untuk mewujudkan keselarasan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan strategis pembangunan daerah. Keselarasan ini terus diupayakan oleh Pemkab melalui perumusan arah dan kebijakan pembangunan yang menjadi rujukan bagi pelaksanaan pelayanan umum kemasyarakatan, termasuk pelayanan keagamaan.
Tujuh program prioritas yang akan mengarahkan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pelaksanaan pembangunan dalam periode 2023-2024 antara lain:
- Meningkatkan kualitas pelayanan dasar, yang mencakup perbaikan tata kelola pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kependudukan.
- Menurunkan angka kemiskinan, dengan target menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 20 persen dan penanganan kemiskinan ekstrem.
- Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
- Mengendalikan inflasi, dengan fokus pada ketersediaan, pasokan, dan distribusi barang.
- Mempermudah investasi.
- Pembangunan infrastruktur.
- Fasilitasi Pemilihan Umum.
“Program-program prioritas ini hanya dapat berhasil apabila didukung oleh kelembagaan masyarakat secara luas,” tegasnya. Ubro mengajak warga Klasis GPM Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual untuk berkontribusi dalam melaksanakan program-program demi kemajuan daerah.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Kace Rahayaan; Wakil Ketua 1 MPH Sinode Maluku Pdt Leni Bakarbessy; Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tual Dullah Atnangar; serta para pendeta dan calon pendeta GPM dalam wilayah Klasis Kei Kecil dan Kota Tual.







