Tual, SentralNusantara.com — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tual untuk memperluas akses energi di wilayah kepulauannya mulai menunjukkan hasil. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi positif proposal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Diesel–Surya (PLTH Hybrid) dan menggelar rapat koordinasi pada Senin (1/12/2025) di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta.
Rapat ini akan membahas usulan peningkatan jam nyala listrik bagi masyarakat di Kepulauan Tual, Maluku, yang terdiri dari 66 pulau dengan luas 254,39 km². Selama ini, ketimpangan energi terutama dirasakan di Kecamatan Pulau-Pulau Tayando Tam dan Kecamatan Pulau-Pulau Kur, yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional.
Dalam proposal bernomor 1841/671/2025, Pemkot Tual menekankan bahwa ketidakstabilan pasokan listrik menjadi penghambat utama perekonomian masyarakat. “Tidak adanya pasokan listrik stabil membuat cold storage tidak dapat beroperasi. Akibatnya, ikan cepat rusak dan nelayan terpaksa menjual dengan harga lebih rendah atau bahkan mengalami kerugian,” tulis proposal tersebut.
Selain itu, ketergantungan pada generator diesel menjadi persoalan tambahan karena biayanya tinggi dan hanya bisa menyala pada jam tertentu. Sebagai solusi, Pemkot Tual mengusulkan pembangunan PLTH Hybrid yang mengombinasikan panel surya, generator diesel, dan sistem baterai penyimpanan, yang diproyeksikan mampu menyediakan listrik 12 hingga 24 jam penuh setiap hari.
Desa-desa prioritas yang diusulkan segera menikmati pasokan listrik memadai antara lain Yamtel, Duroa, Ohoiel, Langgiar, dan Yamru (Kecamatan Tayando Tam), serta Mangur Niela, Tivlean, Fadol, dan Pulau Ut (Kecamatan Pulau Kur).
Program ini diprediksi akan membawa dampak signifikan. Dari sisi ekonomi, tersedianya listrik sepanjang hari memungkinkan nelayan mengoperasikan cold storage, meningkatkan nilai jual ikan, serta membuka peluang usaha pengolahan hasil laut skala rumahan seperti abon, ikan asin, dan pemindangan.
Dari sisi sosial, keberadaan listrik 24 jam diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama belajar malam hari, memperkuat layanan kesehatan dasar, dan memperluas akses informasi digital bagi masyarakat pulau. Langkah ini sejalan dengan amanat UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menegaskan komitmen Pemkot untuk terus memperjuangkan pemerataan energi sebagai fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Ia berharap program PLTH Hybrid ini dapat menjadi solusi nyata untuk mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di seluruh wilayah Kota Tual







