Tual, SentralNusantara.com — UNICEF bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tual menyelenggarakan Pelatihan Mikroskopis bagi tenaga analis dan petugas laboratorium dari berbagai fasilitas kesehatan se-Kota Tual, Selasa (02/12/2025).
Kota Tual menjadi satu-satunya daerah dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku yang mendapatkan dukungan pendanaan UNICEF untuk program Improve Malaria Diagnostic Through Refreshing of Malaria Analyst, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas diagnostik malaria di daerah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tual, Maswaty Rumra, didampingi oleh Kepala Bidang P2P, Mommy R. Helwend. Dalam sambutannya, Maswaty menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga menjadi forum kolaborasi antar tenaga laboratorium.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi ruang untuk berdiskusi, saling belajar, dan berbagi pengalaman lapangan, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan laboratorium di Kota Tual,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UNICEF Perwakilan Maluku atas dukungan nyata melalui fasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Kota Tual.
Pelatihan menghadirkan narasumber dan instruktur ahli, yaitu Jenay Olivia M. Nanlohy (Crosschecker Malaria Provinsi Maluku) dan Sanny Gratzya Kastanya (Yayasan Kanjoli Terang Maluku), yang membagikan pengetahuan teknis dan pengalaman lapangan kepada peserta.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan ini, berasal dari berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas, Labkesda, RSUD Maren, dan jajaran Dinas Kesehatan Kota Tual.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan analisis mikroskopis, memperkuat kualitas layanan laboratorium, serta mendukung upaya Pemerintah Kota Tual dalam deteksi dini dan penanggulangan malaria secara efektif.







